KOMPAS.com – Dalam sepekan terakhir warga di selingkar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hangat membicarakan fenomena alam tentang terlukisnya tulisan Allah (dalam huruf Arab) di perbukitan Leter W di sisi danau seluas 99,5 kilometer itu.
Tulisan itu terlukis di perbukitan yang longsor, pascagempa 7,9 SR akhir September 2009. Perbukitan memanjang selingkar danau di bagian utara berbentuk huruf W sehingga bagi warga setempat disebut bukit Leter W.
Gempa 7,9 itu telah membuat permukaan bukit longsor dan membawa jutaan kubik ton tanah berlumpur, bebatuan dan kayu-kayu glondongan yang kemudian menerjang empat jorong (perkampungan) di bawahnya.
Kampung yang dilanda longsor, yakni Jorong Pandan, Galapuang, Batu Nanggai dan Muko Jalan. Di kampung-kampung itu ratusan rumah dan bangunan rusak berat serta roboh dan tertimbun tanah bercampur bebatuan dan kayu gelondongan.
Selain itu, belasan rumah dan kendaraan diseret longsor hingga masuk ke dalam Danau Maninjau. Akibat gempa yang juga merusak bangunan dan tanah longsor hingga kini lebih 1.000 warga empat jorong itu masih mengungsi ke posko utama di lapangan Sungai Batang yang berada di jorong tetangga daerah itu.
Ditulis oleh judge
Ditulis oleh judge 
Ditulis oleh judge