Beranda > Free Download, informasi, Jurnal Hukum > Tips agar Terhindar dari Malpraktek

Tips agar Terhindar dari Malpraktek

Anda tentu pernah menyaksikan atau juga membaca pemberitaan dalam media elektronik/cetak mengenai kasus malpraktek yang dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Sungguh memilukan harapan pasien dan keluarga mendapatkan kesembuhan dengan  berobat kedokter atau rumah sakit tapi yang terjadi justru sebaliknya malah semakin parah dan bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan kematian. Tentunya siapapun tak mengharapkan mimpi buruk seperti diatas terjadi kepada anda atau keluarga.

Lihat saja beberapa contoh kasus yang terjadi di negeri kita seperti; kasus Maulana di Kalimantan barat yang awalnya seorang bayi sehat kini seperti anda lihat dalam gambar

bayi yang korban malpraktek

bayi korban malpraktek

Kasus Tubuh Menghitam setelah Minum Obat, Diduga Malpraktek setelah Mengalami Operasi Usus Buntu ,  kasus 9 Tahun Alami Bocor Usus serta masih banyak lagi kasus-kasus malpraktek dan sedikitnya 100 kasus malpraktek di tahun 2008 yang telah masuk ke-kepolisian tapi belum tertangani dengan baik.

Nah berdasarkan contoh kasus diatas penulis akan berbagi tips agar kita terhindar dari malpraktek dokter atau bidan, perhatikan kiat-kiatnya sebagai berikut:

  1. Berobatlah kepada dokter yang kompeten dan professional sesuai dengan penyakit yang kita derita serta usahakan pula dokternya yang telah anda kenal agar terjalin komunikasi dengan baik antara dokter dan pasien
  2. Berobatlah ketempat yang lengkap peralatan medisnya karena malpraktek terkadang terjadi karena keterbatasan peralatan medis sehingga peralatan yang sudah tidak layakpun masih tetap digunakan
  3. Berkomunikasilah dengan baik/jujur kepada dokter atau bidan sesuai dengan sakit yang anda derita dan terangkan pula jika anda memiliki alergi tertentu. Karena dokter dalam memberikan pengobatan atau resep sesuai dengan keluhan pasien.
  4. Usahakan berobatlah langsung kedokter, karena dipedesaan masih banyak yang membuka jasa pelayanan kesehatan yang tidak kompeten (maaf saja seperti mantri)
  5. Berobatlah kedokter yang benar-benar telah mengantongi izin praktek (jika dokternya buka praktek dirumah pribadi)
  6. Jika diduga telah terjadi malpraktek kepada anda atau keluarga, cepat-cepatlah obat atau resep yang diberikan dokter simpan dengan baik agar menjadi barang bukti dan mintalah agar dirujuk kerumah sakit yang lebih lengkap peralatan medisnya.
  7. Jika terbukti telah terjadi malpraktek penulis sarankan jangan menuntut hukum secara pidana (karena terkadang ngak ada dokter lain yang mau menjadi saksi ahli), lebih baik anda gugat dengan perdata (ganti rugi).
  8. Usahakan selama masih bisa ditempuh dengan jalan mediasi gunakanlah jalur tersebut (karena jika jalur hukum prosesnya lama dan banyak membutuhkan biaya yang pada akhirnya anda sebagai korban makin terkatung-katung nasibnya)

  1. 22 September 2016 pukul 2:17 pm

    Very clean website, appreciate it for this post.

  2. 14 September 2016 pukul 6:55 pm

    I am in fаct grateful to tҺe owner oof this site who
    has shared this fantastic paragraph at at this time.

  3. 28 Januari 2014 pukul 8:12 am

    I think the admin of this site is in fact working hard for his web site, for the reason that here
    every data is quality based material.

  4. 17 Juli 2013 pukul 10:45 pm

    Hello there! I know this is kinda off topic but I was wondering which blog platform are you using
    for this site? I’m getting fed up of WordPress because I’ve
    had issues with hackers and I’m looking at options for another platform. I would be great if you could point me in the direction of a good platform.

  5. 23 Agustus 2012 pukul 7:10 am

    I love looking through an article that will make people think.
    Also, thanks for permitting me to comment!

  6. 22 Maret 2009 pukul 6:13 am

    Mantap…! Moga saja kita jangan sampai mengalami kejadian yang seperti itu…

  7. 21 Maret 2009 pukul 10:40 pm

    wah artikelnya bagus ya…….. jangan lupa kunjungi blog saya ya..
    yantysa.wordpress.com

    ditunggu ya kak

  8. sukarnosuryatmojo
    21 Maret 2009 pukul 10:36 pm

    sebelum ada tindakan lebih lanjut dari dokter, apalagi kalau hati kita ragu/kurang sreg, cari dokter lain untuk second opinion. Biaya yang dikeluarkan cuma biaya dokter saja, dari pada nanti kantong terkuras karena terjadi malpraktek. Dokter juga manusia, bisa salah diagnosa, apalagi kalo dokternya itu ketika kuliah dulu sering mbolos dan malas baca buku…🙄

  1. 18 April 2009 pukul 8:00 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: